Senin, 23 September 2013
Minggu, 18 September 2011
Semua Ada Hikmahnya
Sabtu, 05 Februari 2011
STATUS GIZI
Sabtu, 25 Desember 2010
kanker hati
Karena kerusakan ini hanya secara skala kecil maka angka SGOT dan SGPT mungkin masih dalam batas normal, katakanlah naik pun tidak akan terjadi kenaikan tinggi. Tetapi oleh karena banyak orang yang tidak mengerti akan hal ini sehingga berakibat terjadilah banyak kisah sedih.
Penyebab utama kerusakan hati adalah :
1. Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang adalah penyebab paling utama.
2. Tidak BAB pada pagi hari.
3. Pola makan yang terlalu berlebihan
4. Tidak makan pagi.
5. Terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan.
6. Terlalu banyak mengkonsumsi bahan pengawet,zat tambahan, zat pewarna, pemanis buatan.
7. Minyak goreng yang tidak sehat. Sedapat mungkin kurangi penggunaan minyak goring saat menggoreng makanan, hal ini juga berlaku meski menggunakan minyak goreng terbaik sekalipun seperti olive oil.
8. Mengkonsumsi masakan mentah atau dimasak matang 3-5 bagian. Masakan yang digoreng harus dimakan habis saat itu juga, jangan disimpan.
Kita harus melakukan pencegahan dengan tanpa mengeluarkan biaya tambahan. Cukup atur gaya hidup dan pola makan sehari ? hari. Perawatan dari pola makan dan kondisi waktu sangat diperlukan agar tubuh kita dapat melakukan penyerapan dan pembuangan zat-zat yang tidak berguna sesuai dengan jadwalnya.
Sebab :
A. Malam hari pk 21.00 - 23.00: adalah pembuangan zat-zat tidak berguna/beracun(de-toxin) dibagian system antibody (kelenjar getah bening).. Selama durasi waktu ini seharusnya dilalui dengan suasana tenang atau mendengarkan musik. Bila saat itu seorang ibu rumah tangga masih dalam kondisi yang tidak santai seperti misalnya mencuci piring atau mengawasi anak belajar, hal ini dapat berdampak negative untuk kesehatan.
B. Malam hari pk 23.00 - dini hari 01.00: saat proses de-toxin dibagian hati, harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas.
C: Dini hari 01.00 - 03.00: proses de-toxin dibagian empedu, juga berlangsung dalam kondisi tidur pulas.
D: Dini hari 03.00 - 05.00: de-toxin dibagian paru-paru, sebab itu akan terjadi batuk yang hebat bagi penderita batuk selam durasi waktu ini. Karena proses pembersihan (de-toxin) telah mencapai saluran pernapasan, maka tidak perlu minum obat batuk agar supaya tidak merintangi proses pembuangan kotoran.
E. Pagi pk 05.00 - 07.00: de-toxin di bagian usus besar, harus buang air besar.
F. Pagi pk 07.00 - 09.00: waktu penyerapan gizi makanan bagi usus kecil, harus makan pagi . Bagi orang yang sakit sebaiknya makan lebih pagi yaitu sebelum pk 06.30. Makan pagi sebelum pk 07.30 sangat baik bagi mereka yang ingin menjaga kesehatannya. Bagi mereka yang tidak makan pagi harap mengubah kebiasaannya ini, bahkan masih lebih baik terlambat makan pagi hingga pk 9-10 daripada tidak makan sama sekali.
Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang akan mengacaukan proses pembuangan zat-zat yang tidak berguna. Selain itu, dari tengah malam hingga pukul 4 dini hari adalah waktu bagi sumsum tulang belakang untuk memproduksi darah. Sebab itulah, Tidurlah Nyenyak dan Jangan Begadang.
Minggu, 24 Oktober 2010
DIET
Jumat, 15 Oktober 2010
Target
.jpg)
Target…
Menurut saya hidup itu emang butuh target…
Menurut kalian???
Walaupun gag sengaja menargetkan sesuatu, tp secara gag sadar kita itu punya target…
Misalnya… hari ini pakaian kotor setumpuk harus bersih, trus nanti jam 5 harus udah rapi, etc…
Itu dari hal yg kecil n sederhana. Belum ngomongin ke cita2…
Dalam mencapai target, kita harus fokus, semangat n positif thinking yaa.. dengan ikhtiar jg tentunyaa ;)
Kita harus berpikir… insyaAllah saya bisa!!!
Tapiii…. Kita jg gag boleh patah semangat setelah target kita itu gag tercapai..eits… belum tercapai tepatnya…
Jangan sampai menganggap kita gag mampu, Cuma belum saatnya aja..
Jangan sampai berlebihan sedihnya, sampai2 merasa jd manusia paling menderita di dunia...hehee… (pengalaman inii hihiii)
Jangan terlalu disesali n terpuruk terlalu lamaa, karna akan semakin menunda kesuksesan kita aja…
Cari deh hikmahnya… pasti adaa :)
Pepatah bilang “kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda”…
Karna target yg kita anggap perfect itu bukanlah yg terbaik bwt kita, yakin deh!!!
Gag terlalu muluk2, tapi tetep yakin n usaha untuk yg terbaik jangan lupa berdoa, barulah kita tawakal :)
Target…
Bagus juga sih punya banyak target yg membuat kita jd semangat n giat, tp jgn sampai kebanyakan target yg justru bisa membuat pencapaian target2 itu gag maksimal…
Kecuali kalo kita emang bener2 bisa mencapai semua target ituu..
Kalo menurut peribahasa sih, sambil menyelam minum air gitu.

Okey…
Tetep keep spirit…
tersenyumlah untuk esok yg lebih baik,,, bersyukurlah tuk yg terbaik dan terindah dari Allah,,,
^_^
Kamis, 14 Oktober 2010
PELINDUNG yang BERBAHAYA
Apa ini?? Pelindung kok berbahaya…

Kata2 ini muncul ketika saya melihat makanan2 yang dibungkus dengan koran “dengan rapi”…
Waw…
Makanan2 ini bukannya dilindungi,tp malah dicemari…
Kenapa begituu??
Koran yg digunakan sebagai bungkus tersebut terdeteksi mengandung timbal (Pb) melebihi batas yang ditentukan.
terus, apa sebenarnya timbal itu???
Timbal adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Pb dan nomor atom 82. Lambangnya diambil dari bahasa Latin Plumbum. Logam ini termasuk dalam kelompok logam-logam golongan IV-A pada tabel periodik unsur kimia.
Timbal adalah logam berat yang terdapat secara alami di dalam kerak bumi dan tersebar ke alam dalam jumlah kecil melalui proses alami. Timbal dalam keseharian lebih dikenal dengan nama timah
hitam. Timbal terakumulasi di lingkungan, tidak dapat terurai secara biologis dan toksisitasnya tidak berubah sepanjang waktu. Timbal bersifat toksik jika terhidup atau tertelan oleh manusia dan di dalam tubuh akan beredar mengikuti aliran darah, diserap kembali di dalam ginjal dan otak, dan disimpan di dalam tulang dan gigi.
Apa bahayanya?
Bila logam tersebut masuk ke dalam tubuh lewat makanan, selain akan menganggu sistem syaraf, kelumpuhan dan kematian dini, juga dapat menurunkan tingkat kecerdasan anak-anak.
Gimana sih perjalanan timbal di tubuh kita?
Di dalam tubuh manusia, timbal masuk melalui saluran pernapasan atau pencernaan menuju sistem peredaran darah, kemudian menyebar ke berbagai jaringan lain seperti ginjal, hati,otak, saraf dan tulang.
Keracunan timbal ini pada orang dewasa ditandai dengan gejala 3 P, yaitu pallor (pucat), pain (sakit) dan paralysis (kelumpuhan).
Keracunan yang terjadi pun bisa bersifat kronis dan akut.
Banyak makanan jajanan seperti pisang goreng, tahu goreng dan tempe goreng yang dibungkus dengan Koran karena pengetahuan yang kurang dari si penjual.
Seringkali saya melihat penjual gorengan yg menyiapkan koran, dengan tujuan agar minyak pada gorengan tersebut terserap…
Padahal bahan yang panas dan berlemak mempermudah berpindahnya timbal makanan tsb.

Oiya…selain berasal dr koran, sebenarnya kontaminasi timbal jg berasal dari asap kendaraan bermotor, zat warna tekstil, dan limbah industri.
Menurut data yang dikeluarkan Bapedal DKI tahun 1998, kadar timbal yang melayang-layang di udara Jakarta rata-rata telah mencapai 0,5 mikrogram/m3 udara. Untuk kawasan tertentu, seperti terminal bus dan daerah padat lalu lintas, kadar timbal bisa mencapai 2-8 mikrogram per meter kubik.
Waw… itu data tahun 1998, trus kalo tahun 2010… bukannya lebih banyaak yaa…
Karena itu, pencemaran ini menyebabkan sayuran yang ditanam dekat jalan padat lalu lintas, mengandung timbal di atas ambang batas yang ditentukan oleh WHO.
Begitu pula makanan jajanan di sekitar terminal bus, tak terhindarkan lagi dari kontaminasi timbal.
-.-“
Sumber lain adalah peralatan dapur, khususnya yang digunakan untuk memasak dan menyajikan makanan. Timbal yang terdapat pada lapisan gelas yang terbuat dari keramik Cina, porselen, atau tanah liat dapat larut oleh makanan yang bersifat asam. Air minum yang disalurkan lewat pipa timbal akan tinggi kandungan timbal yang terlarut dalam air tersebut. Demikian pula makanan kaleng akan tinggi kandungan timbalnya bila masih menggunakan teknologi pematrian dengan timbal (Pb).
Sebenarnya, makanan sudah mengandung timbal, berikut adalah daftar kelompok makanan yang tercemar timbal :
1. Makanan kaleng : 50 - 100 mikrogram/kg.
2. Hasil ternak (hati, ginjal) : 150 mikrogram/kg.
3. Daging : 50 mikrogram/kg.
4. Ikan : 170 mikrogram/kg.
5. Udang dan kerang : >250 mikrogram/kg.
Trus gimana?
Emang gag gampang sih…
Tapi setidaknya kita bs berusaha ;)
Hindari beberapa sumber timbal, seperti peralatan masak dan makanan kaleng yang dipatri dengan timbal.
Cara pencegahan yang lain adalah membiasakan keluarga untuk mengkonsumsi makanan mengandung serat tinggi. Buah-buahan, sayuran, bawang dan kacang-kacangan, adalah beberapa di antaranya. Serat makanan bahan tadi, seperti pektin, lignin, dan beberapa hemiselulosa dari polisakarida lain yang larut dalam air, vitamin C, serta bioflavanoid dapat menetralkan timbal dan mengurangi penyerapan logam berat melalui sistem pencernaan kita.
*Dimulai dari diri sendiri dan keluarga…
^_^
